Latest News

Duel di Lini Tengah Akan Tentukan Pemenang PSG vs Barcelona


Babak 16 besar Liga Champions 2016/2017 mempertemukan raksasa asal Prancis, Paris Saint-Germain, dan raksasa asal Spanyol, Barcelona. Pada leg pertama yang digelar Rabu (15/02/2017) dinihari WIB, PSG akan terlebih dahulu bertindak sebagai tuan rumah.

PSG sendiri merupakan runner-up grup A yang mengumpulkan 12 poin dari hasil tiga kali menang dan tiga kali imbang. Sementara itu Barcelona bermodalkan status juara grup C yang mampu meraup 15 poin dari hasil lima kemenangan dan satu kali kalah.

Sebelum laga ini, kedua kesebelasan sendiri berhasil meraih kemenangan meyakinkan di liganya masing-masing. PSG berhasil menundukkan tuan rumah Bordeaux dengan skor 3-0, sementara itu Barca menghancurkan Deportivo Alaves dengan skor 6-0 meski bertindak sebagai tamu.

Tak hanya itu, kedua kesebelasan pun tengah berada dalam rentetan hasil positif meski tidak sedang menjadi pemuncak klasemen. PSG sedang tak terkalahkan dalam 12 laga terakhir mereka di segala ajang, sementara itu Barca tak terkalahkan pada 11 pertandingan.

Penampilan kedua kesebelasan yang sedang on fire memang memungkinkan laga ini berjalan menarik. Lantas siapa yang akan mampu mendapatkan hasil maksimal pada leg pertama ini?

Barca Pincang di Lini Pertahanan, PSG Goyah di Lini Tengah

Barca mempunyai lini pertahanan yang solid. Paling baru, Barcelona saja menang enam gol tanpa ada balas. Diluar itu, dari 12 kompetisi selama 2017 ini, mereka mencapai delapan kemenangan dengan cuma kebobolan sembilan gol saja. Belum lagi di fase group Blaugrana cuma kebobolan empat gol saja. 

Di Liga Champions, bukti kokohnya lini pertahanan Barca bukan sekedar tampak dari cuma jumlah gol yang mengoyak jala Marc Andre Ter Stegen saja. Lantaran jumlah ancaman ke gawang Barca dalam enam kompetisi di babak group adalah yang paling rendah dengan 6, 5 tembakan per kompetisi, lebih tinggi dari FC Porto (7, 3 tembakan per pertandingan) serta Juventus (6, 8 tembakan per pertandingan). 

Tetapi hadapi PSG, Barca pantas cemas bakal kemampuan di lini pertahanan. Hal semacam ini karena bakal absennya dua pemain andalan Barca di belakang yaitu Javier Mascherano serta Aleix Vidal. Keduanya alami cedera, bahkan juga Vidal bakal menepi sampai akhir musim kelak. 

Vidal terakhir jadi andalan di segi kanan pertahanan Barcelona. Waktu membenamkan Alaves, ia menyumbang satu assist. Cuma saja di pertandingan itu juga ia alami cedera kronis. Disamping itu Mascherano tidak dapat dimungkiri lagi adalah nyawa di lini pertahanan Barcelona. Jadi tandem Gerard Pique, kecepatan serta ketangguhannya dalam merebut bola bikin lawan. 

Walau demikian, posisi yang ditinggalkan Vidal serta Mascherano telah siap di isi oleh pemain lain yang mutunya tidak kalah kelas. Di pos bek kanan ada Sergi Roberto, sesaat di bek tengah ada Samuel Umtiti. Ke-2 pemain ini sesungguhnya adalah andalan pelatih Barca, Luis Enrique, di Liga Champions dengan semasing mencatatkan empat kali bermain tanpa ada ditukar. 

Untuk tuan tempat tinggal sendiri, lini pertahanan mereka mempunyai masalah pada posisi kiper. Alphonse Areola, yang bermain di semua pertandingan Liga Champions PSG di fase group, sesungguhnya tidak alami cedera maupun hukuman kartu. Tetapi insiden waktu PSG hadapi Lille menimbulkan gosip kalau Areola bakal diparkir untuk sesaat saat. Pada pertandingan itu, penjaga gawang asal Prancis keturunan Filipina itu lakukan blunder walaupun bebrapa rekanan setimnya membela dengan menilainya kalau ia dilanggar terlebih dulu sebelumnya lakukan kekeliruan yang hampir bikin PSG tidak berhasil membawa poin penuh. 

Walau demikian, bila juga Areola tidak bakal dipertunjukkan, PSG masihlah mempunyai penjaga gawang jempolan yang lain, Kevin Trapp. Penjaga gawang asal Jerman ini telah dapat dibuktikan mutunya mulai sejak berhimpun dengan kesebelasan asal Paris itu serta sukses menggeser Salvatore Sirigu. Terlebih dalam enam pertandingan yang ia lakoni selama 2016, Trapp cuma kebobolan dua gol saja serta mencatatkan empat clean sheet. 

Diluar itu, satu hari mendekati kompetisi, lini pertahanan PSG jadi tambah rapuh lantaran kapten mereka, Thiago Silva, alami cedera serta di pastikan tidak hadir. Besar kemungkinan bek berumur 21 th., Presnel Kimpembe, bakal melakukan kiprahnya di Liga Champions pada pertandingan ini. Di liga, ia telah bermain 11 kompetisi. 

Permasalahan untuk PSG tidak berhenti hingga di situ, bahkan juga permasalahan yang tambah lebih kompleks. Thiago Motta di pastikan tidak hadir lantaran hukuman kartu. Walau sebenarnya ia adalah tulang punggung lini tengah PSG pada musim ini. Gelandang asal Italia ini adalah pemain PSG dengan jumlah operan paling banyak, 2189 operan. Jumlah itu bahkan juga adalah yang paling tinggi di Eropa, menaklukkan Jordan Henderson (2. 059 operan) serta Marek Hamsik (1. 941 operan). 

Sial untuk PSG, dua gelandang punya PSG lain juga diragukan tampak pada pertandingan ini. Javier Pastore serta Grzegorz Krychowiak barusan pulih dari cedera serta tengah berburu saat supaya dapat kembali bugar serta dapat dimainkan melawan PSG. Besar kemungkinan keduanya akan tidak di turunkan mulai sejak menit pertama lantaran PSG masihlah mempunyai Marco Verratti, Blaise Matuidi, serta Adrien Rabiot. 

Bila PSG menginginkan menyerang, Julian Draxler yang baru dihadirkan pada Januari lantas dapat jadi pilihan di lini tengah. Hal semacam ini terkait dengan trio lini serang, Lucas Moura-Edinson Cavani-Angel Di Maria, yang disebut trisula andalan pelatih PSG, Unai Emery. Untuk dipasang di lini depan, Draxler mungkin saja mesti menyisihkan Moura, serta itu cukup susah mengingat winger asal Brasil itu sudah cetak sembilan gol serta empat asis (terproduktif ke-2 sesudah Cavani).

Baca Juga : Prediksi Paris Saint Germain vs Barcelona 15 Februari 2017

Duel di Lini Tengah Akan Tentukan Pemenang PSG vs Barcelona


Duel di Lini Tengah Bakal Demikian Krusial 

Pertemuan pada PSG serta Barca adalah satu diantara big match lantaran ke-2 kesebelasan ditempati banyaknya pemain bintang. Ke-2 kesebelasan juga bermain begitu menguasai. PSG ataupun Barca mengusung permainan possession football. 

Barcelona mempunyai rerata penguasaan bola per kompetisi paling banyak ke-2 di Eropa dengan 60, 8%, dibawah Bayern Munich dengan 66, 7% per pertandingan. PSG sendiri ada di posisi ke-4 dengan rataan 58, 5% per pertandingan, dibawah Tottenham Hotspur (59, 1% per pertandingan). 

Karena itu ke-2 kesebelasan diperkirakan bakal sama-sama berupaya kuasai serta mengontrol jalannya kompetisi pada pertandingan yang di gelar di Stadion Parc des Princes ini. Yang menarik yaitu, ke-2 kesebelasan kehilangan roh permainan mereka dalam memperlancar umpan-umpan pendek untuk kuasai bola. 

PSG bakal bermain tanpa ada Motta, yang demikian menguasai di lini tengah PSG seperti yang telah diterangkan diatas. Disamping itu Barca kehilangan Mascherano. Pemain asal Argentina ini memanglah jadi pemain dengan jumlah operan paling banyak di Barcelona (rerata 75, 1 operan per pertandingan). Jumlah itu lebih tinggi dari Sergio Busquets yang mempunyai 64, 2 operan per pertandingan. 

Menarik dinantikan langkah ke-2 pelatih mensiasati skema serangan semasing tanpa ada pemain andalan mereka. Tanpa ada skema basic yang jalan dari sejak lini pertahan, trisulan andalan semasing tim pasti bakal kesusahan dalam membuat kesempatan. Efektivitas trio semasing tim juga bakal betul-betul diuji pada pertandingan ini. 

Barcelona memanglah mempunyai trio MSN (Messi, Neymar, serta Suarez) yang ketiganya dapat menyumbang gol. Tetapi janganlah meremehkan juga PSG yang terlihat tergantung pada ketajaman Edinson Cavani semata. Ketangguhannya dalam duel-duel hawa dapat jadi kelebihan PSG lantaran Barca adalah kesebelasan yang cukup rapuh dalam duel-duel bola atas. 

PSG sendiri telah barang pasti bakal habis-habisan pada leg pertama ini. Mereka bakal berusaha mengamankan kelebihan untuk mempermudah leg ke-2 yang berjalan di kandang Barcelona, Camp Nou. Kami memperkirakan bakal PSG dapat menyeimbangi Barcelona. Absennya Mascherano bakal punya pengaruh besar pada permainan Barca. Bukanlah tidak mungkin saja juga Barca dapat ditaklukkan, seperti saat Man City mengalahkan Barca di fase group.

Menit Indonesia Di Dukung oleh Motobola Agen Judi Bola Terpercaya di Indonesia

Gambar tema oleh Jason Morrow. Diberdayakan oleh Blogger.